A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

 Ini kisah di balik berlabuhnya Jorge Lorenzo ke Repsol Honda 2019 2020 - motorbdg.com

Hello our valued visitor, We present you the best web solutions and high quality graphic designs with a lot of features. just login to your account and enjoy ...

Berita Otomotif

Ini kisah di balik berlabuhnya Jorge Lorenzo ke Repsol Honda 2019-2020


TMCBLOG.com – Bro sekalian, TMCBlog sempat geleng geleng saat akhirnya tahu bahwa Jorge Lorenzo berlabuh Ke Repsol Honda untuk dua tahun ke depan, musim 2019-2020. Namun tentu ini adalah sebuah kisah yang boleh dibilang nggak banyak orang menyangka akan terjadi demikian. Gimana nggak, Jorge Lorenzo awalnya dihubung hubungkan dengan Suzuki Ecstar sebelum hadir nama Joan Mir di sana, lalu setelah Mir hadir, satu tim satelit baru di bawah management Aspar Team disiapkan Untuk Jorge Lorenzo dengan Motor Yamaha M1 factory . . Tidak ada sekalipun tersembul nama RC213V atau Repsol Honda atau nama Honda yang sempat di bicarakan sebelumnya, yap semua orang mungkin menganggap, Butter Hammer style nggak akan cocok dengan RC213V, atau mungkin sudah pesimis duluan, GP18 saja struggle, apa lagi RC213V ? . . Nahhh, namun akhirnnya serasa petir di siang bolong, Jedeeerrrr, Jorge Lorenzo deal dua tahun dengan repsol Honda . . . terus sebenarnya ini gimana ceritanya? Kenapa Bisa tiba-tiba ke Repsol Honda ? Ternyata begini ceritanya sob . .


Adalah manager Jorge Lorenzo sendiri – Albert Valera – yang menyibak sedikit kisah di balik berlabuhnya Por Fuera Ke Repsol Honda. Seperti kita ketahui pasca race Jerez sebelum Mugello, Jorge Lorenzo kena terpaan dan pressure : Sulitnya GP18, ultimatum dari Paolo Ciabatti, ‘ketidak percayaan’ dari Claudio Domenicalli, sampai hubungan dinginnya dengan Andrea Dovizioso sepertinya di satu titik membuat Jorge Lorenzo merasa . . enough is enough!

ENOUGH IS ENOUGH

Menurut Valera setelah Lorenzo yakin akan perasaannya kepada Ducati ini, Ia mulai pembicaraan ke berbagai team dan pabrikan. Sampai akhirnnya opsi terbaik pun mulai hadir . . . Motor Yamaha M1 Factory disiapkan Untuk Jorge Lorenzo dalam sebuah skema team Satelit Baru yang akan diumumkan dalam waktu kedepan . . . tirai terang mulai terkuak, dan diceritakan bahwa pasca FP1 MotoGP Mugello, senyum Jorge Lorenzo mulai terkembang, bukan saja karena progress positifnya di track, namun diyakini juga dikarenakan oleh hadirnya secercah cahaya terang pasca 2018 yang akan menentukan masa depan Juara Dunia 3 kali bersama Yamaha ini.

Sebagai catatan Persiapan pembentukan team satelit Yamaha dengan calon Pembalap Jorge Lorenzo ini dikisahkan sudah mencapai angka 80% sampai 90 % saat race weekend MotoGP Mugello . . namun akhirnnya hati Lorenzo berbicara.



Dikisahkan oleh Valera kembali , “Jorge convinced Puig to sign him with a phone call, speaking with his heart and convincing him that the bike should be for him,” . .. Yap melalui telefon, dengan sepenuh hati Jorge meyakinkan ( Alberto ) Puig untuk mengikat kontrak dirinya dan meyakinkan Puig bahwa Motor tersebut ( RC213V) memang sudah seharusnya untuk dirinya … selanjutnya tidak ada seorang pun yang mengetahui seperti apa pembicaraan di Internal Honda/HRC sehingga dalam waktu yang cepat pula proposal Jorge Lorenzo tersebut pun diterima dan akhirnnya Jorge Lorenzo pun resmi Mulai tahun 2019 akan membalap dengan repsol Honda bertandem dengan marc Marquez . .

Yang masih jadi pertanyaan, saat Petronas Yamaha sudah 80% kenapa tiba tiba Jorge Lorenzo berinisiatif telp Alberto Puig ? Apa yang kira kira ada di benak Jorge ?

 Ini


TMCBlog cuma mau mencoba berada dalam posisi Alberto Puig . .. Puig pasti sadar dengan kemampuan Jorge Lorenzo, hadir di samping Marc Marquez akan sangat memungkinkan Repsol Honda akan berhadapan dengan kenyataan bahwa mukai tahun depan mereka harus bersiap menjalankan strategi management team dengan ‘dua menara Kembar’ ( Matahari Kembar ) dimana bisa jadi ada dua arah development motor karena kedua pembalapnya sama sama punya talenta lebih . .. Tapi ahhh, dengan sumber daya Honda yang tidak diragukan lagi, IMHO sepertinya mereka akan sanggup melakukan hal tersebut . . Kita bisa flashback saat Honda melakukan strategi serupa untuk duet Doohan dan Criville di era dua tak yang lalu.



Hal Kedua bisa jadi lebih lebih strategis lagi . .. Belum lagi soal IMU yang akan diseragamkan di 2019 nanti, hadirnya Rencana hebat kambalinya Lorenzo Ke sisi Yamaha dimana akan pula disiapkan Motor Yamaha M1 yang punya level kekompetitifan sama dengan motor yang akan dipakai Valentino Rossi dan Maverick Vinales Tahun 2019 nanti sepertinya cukup bikin Honda begidik . . ini akan jadi ancaman bahaya laten selanjutnya buat Repsol Honda terutama jika memang nanti Yamaha Factory Racing akan full support ke Petronas Yamaha seperti halnya HRC ke LCR-Honda . . . Dari pada pusing kemudian, mending pusing nyiapin duit sekarang . . . bongkar Brangkas !! Begitu mungkin kata Puig ( don’t take it seriously )

Dan kejadian lagi . . Kalo dulu Fake Firing yang gagal, sekarang malah Pembalap yang di bajak . . . Ini bukan a fairy tale ya sob

Taufik of BuitenZorg

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •